Kosmetik Halal untuk Muslimah

kosmetik-halalBagi seorang muslim tentulah kehalalan merupakan hal yang patut diperhatikan dalam kehidupannya. Termasuk dalam pemihan kosmetik.
Isu mengenai hal produk halal yang menjadi perhatian di Indonesia biasanya lebih fokus pada bahan makanan. Tetapi sebenarnya, selain makanan kita sebagai umat muslim juga perlu memperhatikan hal lain, contohnya adalah kosmetik halal yang kita pakai. Karena bisa jadi kosmetika yang kita pakai mengandung zat haram

Beberapa kosmetik memakai bahan yang jelas dilarang oleh agama islam. Selain bahan yang tidak halal pun, proses dari quality control, bangunan tempat pembuatan, peralatan yang dipakai serta personil yang terlibat mampu mempengaruhi kualitas serta status halal dari kosmetik tersebut.

Meskipun kosmetik bukanlah barang yang masuk secara langsung ke dalam tubuh kita tetapi tetap saja jika mengandung bahan-bahan haram maka kosmetik tersebut juga haram hukumnya. Beberapa produk perawatan kulit bekerja dengan masuk kedalam aliran darah sehingga mampu membuat kulit menjadi lebih cantik, beberapa lagi hanya bersifat menempel pada tubuh, tetapi jika produk tersebut mengandung bahan haram seperti gliserin, alkohol atau bahan kimia yang berbahaya maka pengunakan kosmetik tersebut dilarang oleh islam.
Masyarakat belum begitu peka dengan isu sertifikasi halal dari MUI pada produk kosmetik. Saat ini masyarakat lebih terkonsentrasi mengenai kandungan berbahaya dari kosmetik yang dipakai seperti merkuri dan hydroquinon.

Banyak riset menyebutkan, tingkat kesadaran mengenai produk kosmetik halal memang masih rendah, tapi kini mulai meningkat pesat. Masalahnya adalah produk halal jumlahnya tergolong minim karena terbatasnya akses bahan baku yang memenuhi standar halal, dan pedoman/panduan yang bisa memastikan status kehalalan bahan baku tersebut.

Di bawah ini adalah beberapa hal yang perlu anda perhatikan jika ingin membeli kosmetik halal.

– Perhatikan Bahan yang Digunakan
Perhatikan daftar komposisi bahan kosmetik yang akan anda beli. Carilah kosmetik yang mempunyai daftar komposisi yang lengkap agar mempermudah anda dalam menentukan pilihan. Selain itu, perbanyak juga pengetahuan tentang bahan-bahan yang halal, mashbooh dan haram. Dengan begitu anda dapat lebih berhati-hati dalam menentukan pilihan untuk memilih kosmetik halal.
Apakah bahan-bahan yang haram untuk dimakan, berarti juga haram sebagai kosmetik? Jawabannya adalah iya. Walaupun pada dasarnya kosmetik dan produk perawatan tubuh sifatnya berbeda dengan makanan (tidak masuk ke dalam tubuh secara langsung). Terutama produk perawatan kulit seperti serum atau pelembap, karena 60 persen produk tersebut bekerja pada kulit dan masuk ke aliran darah. Apabila produk tersebut mengandung alkohol, gliserin yang berasal dari hewan, atau bahan kimia berbahaya, maka bahan-bahan tersebut akan terserap ke dalam tubuh. Tetapi ada juga yang hanya bersifat melapisi bagian luar kulit, sehingga mungkin tidak terserap ke dalam tubuh, namun perlakuannya tetap sama.
Botanical ingredient, atau bahan dalam kosmetik yang berasal dari tumbuhan (herbs, roots, flowers, fruits, leaves, seeds) secara natural adalah halal, kecuali yang telah tercampur dengan enzim dari hewan.
Semua bahan turunan dan ekstrak dari binatang yang diharamkan – seperti babi – dapat dipastikan haram karena sifat/jenisnya yang memang diharamkan.
Termasuk dalam kategori ini adalah plasenta babi yang masih banyak digunakan dalam industri kosmetik. Bahan-bahan yang berasal dari hewan lain dan turunannya biasanya tergolong nonhalal, kecuali dari jenis ikan dan lebah. Bukan karena hewannya yang haram, melainkan karena prosesnya (penyembelihan) yang dikhawatirkan tidak sesuai dengan syariah.

Berikut ini beberapa nama teknis dan nama paten yang biasa terdapat dalam komposisi kosmetik. Secara umum, bahan-bahan ini dikategorikan mashbooh, karena biasanya berasal dari hewan: allantoin (alantoin), asam amino, cholesterol, kolagen, colours/dye, cystine (sistina), elastine, gelatine (gelatin), glycerine (gliserin), hyaluronic acid (asam hialuronat), hydrolysed animal protein, keratin, lanolin, lypids, oleic acid (asam oleat), stearic acid (asam stearat), stearyl alcohol, tallow (lemak hewan), vitamin A. Bahan lain yang sebaiknya dihindari (telah dinyatakan haram oleh LPOM MUI) adalah Sodium Heparin dan Plasenta. Sodium heparin berasal dari babi, sedangkan plasenta biasanya dari manusia, kambing atau sapi.

– Legalitas Produk
Salah satu cara yang paling mudah untuk melihat apakah kosmetik ini halal atau tidak bisa dilihat melalui label dari LPOM MUI. Tidak semua produk kosmetik mendaftarkan produk mereka agar mendapat sertifikasi halal karena konsumen seringkali hanya berfokus pada kandungan yang berbahaya. Walaupun begitu, ada juga kosmetik halal yang tidak mendaftarkan merk atau produknya. Perhatikan komposisi produk untuk melihat apakah produk ini halal atau tidak.

Agar lebih aman maka usahakan untuk membeli kosmetik yang legal. Untuk mengetahui suatu produk legal atau tidak maka perhatikan nomor pendaftaran yang diberikan oleh BPOM. Untuk produk lokal, kode pendaftarannya adalah CD sementara untuk produk import kodenya adalah CL. Kehalalan produk kosmetik seperti halnya makanan dan obat, sertifikasi juga dikeluarkan oleh LPOM (Lembaga Pengawas Obat dan Makanan) MUI.
Di luar negeri sudah lebih banyak lagi lembaga resmi maupun independen yang menerbitkan dan mempublikasikan sertifikasi halal. Malaysia termasuk negara yang sudah mempunyai lembaga sertifikasi yang established (Standards Malaysia) dan menjadi salah satu acuan internasional.
Di Amerika Serikat, salah satu lembaga sertifikasi yang cukup komprehensif adalah Muslim Consumer Group. MCG telah membuat daftar kategori halal, nonhalal, maupun mashbooh untuk produk-produk makanan dan nonmakanan termasuk kosmetik yang bisa dijadikan acuan konsumen. Daftar tersebut bisa dilihat pada tautan berikut: http://www.muslimconsumergroup.com/cosmetic.html

– Nama dan Alamat Produsen
Perhatikan label kemasan produk kosmetik, nama dan alamat produsen harus jelas tercantum di sana, karena selain mempermudah akses untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, hal itu juga bisa dijadikan sebagai acuan apakah barang tersebut legal atau tidak.

Mengenali kosmetik halal atau nonhalal memang tidak mudah karena kosmetik yang belum bersertifikat halal belum tentu haram.

About Herbanisa Bogor

Herbal & Beauty Care Menerima pembelian retail dan grosir dengan harga murah untuk produk herbal dan perawatan kecantikan. Produk asli dan berkualitas. COD/Kirim Antar untuk wilayah Kota Bogor.

Posted on 17 Juli 2013, in Artikel, Beauty Care and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: