Pemicu Tubuh Berkeringat

air Keringat adalah air yang dikeluarkan oleh kelenjar keringat pada kulit. Bahan utama dalam keringat adalah natrium klorida (bahan utama garam dapur) selain bahan lain (yang mengeluarkan aroma) seperti 2-metilfenol (o-kresol) dan 4-metilfenol (p-kresol).
Pada manusia, keringat dikeluarkan untuk mengatur suhu tubuh, bahkan ada yang beranggapan bahwa komponen dari keringat laki-laki dapat berfungsi sebagai feromon (kelenjar keringat).


Penguapan keringat dari permukaan kulit memiliki efek pendinginan, karena penguapan air yang mengambil panas dari kulit.
Keringat berdampak positif bagi diri kita, karena dengan berkeringat tubuh telah membuang racun yang ada dari dalam tubuh, membantu mendinginkan tubuh saat panas, membakar kalori, menurunkan stres, memperlancar sirkulasi darah, mempercantik kulit. Biasanya keringat diproduksi karena banyaknya aktivitas yang dilakukan.


Namun selain dampak yang begitu positif bila diri kita berkeringat, ternyata keringat yang berlebih dapat menyebabkan gatal-gatal dan kemerahan pada kulit, keringat dapat pula menciptakan lingkungan yang tepat untuk tumbuhnya beberapa mikroorganisme berbahaya seperti jamur.


Sekarang bagaimana bila keringat yang diproduksi berlebih namun pada malam hari?

Ada banyak penyebab berbeda dari keringat di malam hari.
Untuk menentukan apa penyebabnya, dokter biasanya harus menggunakan riwayat medis lengkap dan tes diagnostik untuk memutuskan kondisi apa yang mendasari hal tersebut.

Ada beberapa kondisi yang diketahui dapat menyebabkan seseorang mengalami keringat berlebih di malam hari, yaitu:

1.
Menopause, masa transisi saat seorang perempuan akan memasuki menopause seringkali menyebabkan seseorang mengalami keringat berlebih dan kondisi ini merupakan penyebab yang sangat umum dari perempuan berusia menopause.


2.
Hiperhidrosis idiopatik, kondisi yang mana kelenjar keringat di tubuh terlalu banyak memproduksi keringat dan hingga kini belum diketahui penyebab medis yang diidentifikasi.


3.
Infeksi, ada berbagai macam infeksi yang bisa menyebabkan seseorang berkeringat di malam hari, tapi infeksi yang paling sering dikaitkan dengan kondisi ini adalah tuberkulosis. Selain itu ada juga berbagai infeksi lain yang memicu kondisi ini seperti infeksi endokarditis (radang pada katup jantung), osteomyelitis (radang dalam tulang) atau infeksi virus HIV.


4.
Kanker, beberapa jenis kanker juga ada yang terkait dengan kondisi ini seperti limfoma, biasanya diikuti dengan gejala lain seperti penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan dan demam.


5.
Pengobatan tertentu, beberapa obat tertentu memiliki efek samping berkeringat saat malam hari seperti obat antidepresi, obat psikiatri, obat penurun demam yang mengandung aspirin dan acetaminophen, dosis tinggi dari niacin (obat untuk gangguan lipid), tamoxifen, nitrogliserin dan Viagra.


6.
Hipoglikemia, kondisi tubuh yang memiliki kadar gula darah rendah juga bisa menyebabkan keringat di malam hari.


7.
Gangguan hormon, tidak semua gangguan hormon menyebabkan keringat di malam hari, tapi beberapa gangguan hormon yang memicu kondisi ini adalah pheochromocytoma, sindrom karsinoid dan hipertiroid (kadar hormon tiroid yang melebihi normal).


8.
Kondisi neurologis, beberapa kondisi neurologis termasuk stroke, autonomic dysrefexia atau pasca-trauma.

Posted on 25 April 2013, in Artikel, Beauty Care and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: